Blog Metlivi

Kafe Toko Buku Terkenal di Seluruh Dunia: Destinasi Slow-Living untuk Pembaca

Kunjungan ke kafe toko buku dapat dimulai dengan satu toko yang benar-benar ingin Anda telusuri. Di Paris, Shakespeare and Company mengundang Anda merencanakan toko buku dan kafe sebagai perhentian yang terhubung. Di Buenos Aires, El Ateneo Grand Splendid memungkinkan Anda mengamati bagaimana bekas teater menampung rak dan tempat duduk. Di Mexico City, El Péndulo Condesa memadukan kunjungan ke toko buku dengan jeda bersantap. Pilihlah tempat yang sesuai dengan destinasi Anda dan luangkan waktu untuk membuka buku.\n\nToko buku terkenal tetaplah sebuah tempat usaha yang menyambut pelanggan dan terkadang mengadakan acara, alih-alih sekadar ruang baca yang hening. Kunjungan yang lebih santai bisa berarti melewati beberapa lantai, membiarkan kegiatan membaca menyela sesi berfoto, dan menemukan satu buku yang benar-benar ingin Anda teruskan membacanya.

09 September 20265 mntWaktu luang, perjalanan, dan pengalaman kotaOleh Metlivi Editorial Team
Bagian 1

Paris: periksa kedua jadwal buka bersamaan

Shakespeare and Company mendeskripsikan kafenya sebagai perpanjangan dari toko buku dan mencantumkan jadwal buka keduanya secara terpisah. Oleh karena itu, menikmati kopi sebelum melihat-lihat buku dan melihat-lihat buku sebelum menikmati kopi memerlukan pemeriksaan waktu yang berbeda. Kafe yang buka tidak memastikan toko buku sudah buka, sementara acara dapat memengaruhi kunjungan biasa. Periksa jadwal kedua bagian hari tersebut alih-alih hanya mengingat satu jam buka untuk seluruh lokasi.

Jika memilih buku adalah tujuan Anda, datanglah dengan arahan tertentu, seperti cerita pendek, tulisan tentang sebuah kota, atau penulis yang membuat Anda penasaran. Anda tidak perlu membeli cinderamata hanya karena toko tersebut terkenal. Periksa edisi, bahasa, dan beberapa halaman yang mungkin benar-benar ingin Anda lanjutkan baca. Kemudian sediakan waktu untuk menikmati kopi dan membuat catatan singkat tentang alasan Anda memilihnya. Menu musiman bukanlah alasan untuk mengharapkan kue pastri yang ada di foto lama.

Bagian 2

Buenos Aires: pahami suasananya sebelum membaca bukunya

Laman pariwisata resmi kota ini mendeskripsikan El Ateneo Grand Splendid sebagai teater yang diubah menjadi toko buku, dengan sebuah bar yang menempati bekas panggung. Daya tariknya sebagian terletak pada keterhubungan antara panggung, bekas area penonton, dan deretan rak. Amati tata letak tersebut dari tempat yang tidak menghalangi jalan, lalu putuskan bagian buku mana yang ingin dijelajahi. Bangunan ini dapat memandu kunjungan Anda tanpa harus menjadi sekadar daftar tempat berfoto.

Informasi terkini juga membedakan antara tiket masuk toko buku biasa dan pengalaman interaktif Grand Splendid yang berbayar terpisah. Jika tujuan Anda adalah melihat-lihat buku dan minum kopi, jangan berasumsi bahwa tiket pengalaman tersebut merupakan tiket masuk wajib ke toko. Bacalah ketentuan khususnya jika Anda ingin menambahkannya. Sebelum membawa buku ke area bersantap, periksa peraturan setempat; tempat duduk di dekatnya tidak membuat buku dagangan menjadi koleksi pinjaman umum.

Bagian 3

Mexico City: ingatlah Condesa, bukan hanya nama jenamanya

El Péndulo memiliki beberapa cabang. Pilihan kali ini adalah Condesa di Nuevo León 115. Laman resmi cabang tersebut secara khusus menyatakan bahwa Santa Fe tidak menyediakan layanan restoran, menunjukkan alasan mengapa fasilitas satu lokasi tidak boleh digeneralisasikan ke seluruh cabang. Berikan cabang dan alamat lengkap kepada teman perjalanan Anda agar pertemuan minum kopi tidak dimulai dengan saling menunggu di toko buku yang berbeda.

Pilihlah buku dalam bahasa yang nyaman Anda baca, lalu periksa apakah pengaturan tempat makan saat ini sesuai dengan waktu istirahat yang Anda inginkan. Melihat-lihat tanpa rencana membeli tentu memungkinkan, tetapi bertanyalah kepada staf sebelum membawa buku yang belum dibeli ke meja makan. Bersama seorang teman, telusurilah secara terpisah dan bagikan masing-masing satu buku yang ingin Anda baca. Tidak perlu mengubah obrolan menjadi ajang pemeriksaan kemajuan membaca.

Bagian 4

Biarkan satu buku membentuk pengalaman kunjungan Anda

Pikirkan dalam tiga tindakan alami: melihat-lihat sesuai minat, memilih satu buku potensial, dan duduk membaca buku yang Anda bawa atau beli. Tindakan ini tidak harus memakan waktu yang sama lama atau dilakukan di ruang yang sama persis. Jika tidak ada tempat duduk, membaca di sisa perjalanan Anda tetap akan menjaga rasa penemuan yang didapat di toko.

Bagian 5

Buat catatan untuk sesi membaca berikutnya

Periksa informasi toko buku, kafe, dan acara sebelum berangkat. Jauhkan tas dan minuman dari buku, ikuti petunjuk pengambilan foto, dan jangan menghalangi lorong jalan. Sebelum beranjak, catat judul, edisi, dan satu alasan mengapa buku tersebut menarik minat Anda. Hal tersebut akan lebih membantu Anda untuk benar-benar mulai membaca nanti daripada sekadar kumpulan foto bagian depan toko. Kunjungan bisa terasa santai tanpa harus berlangsung lama; intinya adalah sebuah buku telah menjadi bagian dari hari Anda.

Bacaan terkait

Lanjutkan topik ini