Blog Metlivi

Kafe Hari Hujan di Seluruh Dunia: Hujan, Membaca, dan Kopi Santai

Rencana ke kafe saat hari hujan yang baik dimulai dari tempat duduk yang kering dan buku yang benar-benar ingin Anda baca. Untuk berbagai suasana sore tersebut, pertimbangkan Café at Foyles yang berpemandangan jendela di London, fuzkue Hatsudai yang berfokus pada membaca di Tokyo, atau The Book Cafe di Singapura. Pilih salah satu yang sesuai dengan rute Anda, lalu padukan perjalanan, tempat duduk, dan waktu pulang dengan baik.\n\nInformasi resmi tempat-tempat ini diperiksa pada 9 September 2026; ini bukan laporan kunjungan pribadi. Tidak ada sumber yang memastikan suara hujan akan terdengar dari kursi tertentu. Melihat jalanan basah dari balik kaca dan mendengar tetesan air di atap adalah dua pengalaman yang berbeda. Anggaplah suara rintik hujan sebagai bonus yang menyenangkan, bukan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh kafe.

09 September 2026Waktu baca 6 menitWaktu luang, perjalanan, dan pengalaman kotaOleh Metlivi Editorial Team
Bagian 1

Pastikan ada satu area kering sebelum membuka buku

Bungkus buku dalam kantong terpisah, dan siapkan tas kecil untuk payung basah jika Anda membawanya. Begitu tiba, ikuti petunjuk penyimpanan payung dan mantel dari tempat tersebut sebelum mengeluarkan kertas atau buku. Meja yang tampak luas bisa menjadi sempit dan merepotkan jika lengan baju yang basah, cangkir penuh, dan buku terbuka semuanya berebut di sudut yang sama.

Tentukan opsi tempat dalam ruangan terdekat yang bersedia Anda kunjungi jika kafe penuh. Ini sangat berguna jika rencana awal Anda mengharuskan antre di luar. Anda tidak butuh banyak kafe cadangan di seluruh kota; satu alternatif yang mudah dijangkau sudah cukup untuk mencegah sore Anda berubah menjadi perjalanan pindah-pindah tempat yang basah.

Bagian 2

London: pemandangan jendela dengan jam operasional kafe tersendiri

The Café at Foyles menempati lantai lima di toko buku Charing Cross Road dan menawarkan jendela-jendela lebar yang menghadap ke arah Soho. Laman kafenya mencantumkan jam buka dan pesanan terakhir secara terpisah. Buka laman tersebut untuk rencana kunjungan Anda, jangan mengandalkan jam tutup toko buku yang lebih larut untuk memperkirakan ketersediaan kopi.

Jika melihat pemandangan hujan adalah hal penting, perhatikan sudut pandang dari kursi yang sebenarnya sebelum memesan. Meja di dekat jendela yang terang mungkin cocok untuk melihat ke luar, sementara meja lain menawarkan pencahayaan yang lebih nyaman untuk membaca. Anda bisa membagi kunjungan: beberapa menit menikmati pemandangan luar, lalu beralih ke sesi membaca, daripada mengharapkan satu posisi bisa sempurna untuk segalanya.

Jika Anda ingin melihat-lihat buku terlebih dahulu, pastikan barang yang dibeli tetap kering sebelum memasuki area kafe. Jangan berasumsi bahwa setiap buku yang dijual boleh dibawa ke meja kafe; tanyakan jika Anda ragu. Perpaduan yang pas adalah melihat-lihat buku dan bersantai di kafe dalam satu gedung, dengan tetap menghormati fungsi masing-masing area.

Bagian 3

Tokyo: pilih Hatsudai untuk membaca, bukan untuk mengobrol saat hujan

fuzkue Hatsudai menawarkan tempat duduk konter yang menghadap jendela besar di ruang lantai dua. Panduan pengelola menetapkan membaca sebagai aktivitas utama dan meminta pengunjung menghindari percakapan maupun pekerjaan. Oleh karena itu, tempat ini cocok saat Anda ingin fokus membaca buku, bukan untuk temu kangen dengan teman di dalam ruangan.

Bacalah ketentuan pemesanan dan penetapan harga berbasis durasi waktu terkini sebelum datang. Tentukan berapa lama Anda ingin menghabiskan sore di sana dan periksa rincian reservasi jika Anda memesan tempat terlebih dahulu. Jangan menghitung biaya seolah-olah Anda hanya membayar secangkir kopi biasa. Jika ingin memperpanjang waktu singgah, pastikan bagaimana perubahannya memengaruhi ketentuan tempat duduk dan layanan.

Selesaikan urusan pesan singkat sebelum memulai sesi membaca. Bawalah buku yang bisa terus Anda baca tanpa perlu banyak mencatat, karena panduan tempat ini juga memuat aturan aktivitas yang cukup rinci. Memandang ke luar jendela sejenak tetap bisa menjadi bagian dari jeda santai Anda, tanpa mengubah ruangan menjadi tempat untuk berbincang atau sesi foto.

Bagian 4

Singapura: ruangan penuh buku dengan dinamika kafe biasa

Deskripsi The Book Cafe sendiri mencakup koleksi buku dan majalah untuk dibaca santai, sofa dan kursi santai, serta kopi dan hidangan makanan. Tempat ini menawarkan jenis persinggahan hari hujan yang berbeda: jeda membaca di tengah suasana kafe yang aktif. Laman resminya tidak menerapkan aturan ruangan hening, jadi pilihlah tempat ini jika Anda tidak keberatan dengan hiruk-pikuk aktivitas kafe pada umumnya.

Manfaatkan tempat duduk yang tersedia untuk menentukan cara Anda membaca. Sofa mungkin pas untuk membaca buku berukuran kecil yang dipegang dengan tangan; meja biasa mungkin lebih praktis jika Anda butuh tempat yang stabil untuk menaruh cangkir. Jauhkan minuman dari buku bacaan bersama dan perhatikan aturan penggunaan buku-buku tersebut. Anda memilih tempat yang fungsional untuk kunjungan kali ini, bukan memesan kursi tertentu jauh-jauh hari.

Bagian 5

Akhiri waktu santai sore tanpa bergantung pada langit yang cerah

Sebelum duduk nyaman, ketahui pilihan transportasi berikutnya dan sediakan waktu yang cukup untuk membereskan barang bawaan Anda. Hujan mungkin masih turun setelah bab yang Anda baca selesai. Anda bisa mengakhiri kunjungan selagi hujan masih membasahi bumi, alih-alih menunggu tanpa kepastian sampai cuaca benar-benar cerah untuk beranjak.

Pilihlah titik jeda alami dalam buku, habiskan minuman, lalu kemas barang-barang yang kering terlebih dahulu. Pastikan payung, jaket, dan barang belanjaan tidak tertinggal. Hal berkesan yang tersisa bisa sangat sederhana: sebaris kutipan yang Anda nikmati dan pemandangan jalan biasa yang perlahan berubah di tengah hujan.

Bacaan terkait

Lanjutkan topik ini