Cara Memulai Scrapbooking Tanpa Foto Cetak
Anda dapat memulai scrapbook dengan buku catatan, pulpen, dan beberapa barang berbahan kertas yang sudah Anda miliki. Bangun setiap halaman di sekitar kenangan atau tema kecil, lalu padukan tiket, catatan, struk belanja, bungkus makanan/kemasan, sketsa, atau tulisan tangan untuk menunjukkan apa yang terjadi dan kapan. Foto cetak bersifat opsional: kenang-kenangan kertas biasa dapat menyampaikan ceritanya, dan Anda bisa menambahkan foto nanti jika biaya cetak sudah terjangkau.
Pilih format sederhana yang sudah Anda miliki
Mulailah dengan buku tulis sekolah, beberapa lembar kertas yang dilipat dan distaples menjadi satu, atau binder berisi kertas yang ada di rumah. Gunakan apa yang sudah tersedia sebelum membeli album khusus. Buku catatan mudah untuk dimulai tetapi mungkin sulit untuk ditambah halamannya; binder memungkinkan Anda menambah dan mengatur ulang halaman tetapi memerlukan cara agar barang-barang kecil tidak tergelincir keluar. Berikan sedikit ruang di sekitar benda yang lebih tebal agar buku dapat ditutup tanpa memaksakan jilidannya.
Pilihlah tema sempit yang mudah diisi: satu bulan, hobi, musim tertentu, perjalanan, semester sekolah, atau kumpulan momen kecil sehari-hari. Tema yang terarah memberi Anda aturan pemilahan yang praktis. Jika suatu barang tidak cocok, simpanlah di dalam amplop untuk bagian yang lain daripada mencoba memasukkan semuanya sekaligus.
Kumpulkan kenang-kenangan yang bisa menggantikan foto
Carilah barang-barang yang membantu mengenali suatu momen: tiket, struk belanja, buku menu, daftar tulisan tangan, peta, label, kartu ucapan, kemasan, hiasan kertas tekan, atau catatan tentang percakapan. Scrapbook juga dapat menggunakan gambar, bentuk-bentuk yang digunting dari kertas sisa, dan deskripsi singkat. Museum mengoleksi efemera cetak seperti kartu pos, iklan, dan kartu niaga sebagai materi yang dapat memberikan sekilas gambaran tentang kehidupan sehari-hari, menunjukkan bagaimana barang cetakan biasa pun dapat memberikan konteks pada sebuah halaman. The Metropolitan Museum of Art, “Immaterial: Paper”
Sebelum memulai, kumpulkan dalam jumlah kecil daripada mengosongkan seluruh laci. Pilah menjadi tiga tumpukan: siap pakai, perlu keterangan atau tanggal, dan simpan untuk nanti. Jika suatu benda penting atau rapuh, biarkan tetap utuh dan buatlah salinan tulisan tangan dari detailnya di halaman tersebut. Untuk potongan koran, pertimbangkan untuk menyalin atau merangkum kata-kata yang relevan daripada menempelkan aslinya: kertas koran bisa mengandung asam dan dapat memengaruhi bahan di sekitarnya. New York State Archives, “Scrapbooks and Albums”
Buat halaman dengan tata letak yang bisa diulang
Tata letak yang sederhana memudahkan Anda untuk memulai tanpa perlengkapan dekoratif. Bagilah sebuah halaman menjadi tiga fungsi: judul, satu kenang-kenangan atau gambar utama, dan keterangan singkat. Tuliskan tanggal atau perkiraan waktu, tempat, dan satu detail nyata yang ingin Anda ingat. Jika Anda tidak mengetahui tanggal pastinya, beri label apa adanya—misalnya, “awal musim gugur” atau “saat liburan sekolah”—daripada menebak-nebak.
Atur posisi barang sebelum menempelkannya. Cobalah letakkan benda terbesar terlebih dahulu, lalu tambahkan catatan yang lebih kecil atau potongan kertas sisa berwarna sebagai bingkai. Sisakan ruang terbuka agar tulisan tangan tetap mudah dibaca. Jika Anda tidak memiliki kenang-kenangan untuk acara tertentu, buatlah halaman dari daftar, sketsa cepat, peta yang digambar dari ingatan, atau beberapa kalimat yang menggambarkan apa yang ada di atas meja, apa yang Anda dengar, atau apa yang Anda lakukan.
Gunakan bahan gratis tanpa membuat buku berantakan
Perlengkapan yang berguna bisa sangat minim: gunting, pensil atau pulpen, penggaris, kertas sisa, dan amplop untuk barang-barang lepas. Gunakan kembali kemasan bersih atau kantong kertas sebagai latar belakang, dan potong kertas sisa menjadi label atau bentuk-bentuk sederhana. Gunakan pensil untuk merencanakan tata letak sebelum menulis dengan tinta. Jika Anda menginginkan warna, batasi halaman pada satu atau dua nuansa warna dari bahan yang sudah Anda miliki; mengulang beberapa warna yang sama dapat membuat berbagai kenang-kenangan yang tidak berhubungan tampak serasi.
Hindari menambahkan benda tebal yang membuat halaman tidak rata atau membebani jilidan. Jika kenang-kenangan terlalu tebal, terlalu besar, atau sulit ditempelkan, buatkan label untuknya dan simpan di amplop terpisah di samping scrapbook. Tuliskan tanggal atau topik halaman pada amplop sehingga Anda dapat menghubungkannya kembali dengan cerita yang tepat nanti.
Tempelkan barang asli dengan hati-hati
Untuk scrapbook santai, pilihlah metode penempelan yang sesuai dengan nilai barang tersebut. Salinan tulisan tangan atau gambar dapat ditempelkan secara bebas. Untuk tiket atau catatan yang mungkin ingin Anda ambil kembali nanti, selipkan ke dalam kantong kertas atau selipkan di bawah sudut kertas (photo corners) daripada melapisi bagian belakangnya dengan lem. Library of Congress merekomendasikan metode non-perekat seperti sudut foto kertas untuk album dan menyarankan untuk tidak menggunakan pita berperekat (selotip), staples, dan klip kertas demi tujuan preservasi. Library of Congress, “Preservation Measures for Scrapbooks and Albums”
Jika barang tersebut unik, tua, atau sangat bermakna, jangan memotong atau mengelemnya. National Archives of Australia merekomendasikan penggunaan salinan foto atau dokumen dalam tata letak jika menjaga keaslian dokumen tersebut penting, serta menjelaskan bahwa perekat dapat menodai kertas atau menjadi sulit dihilangkan. National Archives of Australia, “Creating a scrapbook” Alternatif hemat biaya yang praktis adalah dengan menuliskan kata-kata atau detailnya di halaman dan menyimpan barang aslinya di amplop terpisah yang diberi label.
Jaga agar ceritanya tetap dapat dipahami di kemudian hari
Kenang-kenangan bisa kehilangan maknanya jika Anda lupa kaitannya dengan apa, jadi tambahkan beberapa detail pengidentifikasi selagi ingatan masih segar. Catat siapa, apa, di mana, dan kapan saat detail tersebut penting. Jika Anda menyertakan kutipan yang disalin atau kliping, catat dari mana asalnya beserta tanggalnya; National Archives of Australia secara khusus merekomendasikan untuk mencatat nama publikasi dan tanggal untuk kliping. Jangan menulis langsung di atas barang kenang-kenangan jika hal itu berisiko merusaknya.
Beri judul pada setiap halaman yang menyatakan kesamaan isi halamannya, seperti “Pasar Sabtu” atau “Hal yang Saya Baca Bulan Ini.” Anda tidak perlu menuliskan entri buku harian yang panjang. Satu atau dua kalimat spesifik sudah cukup untuk menghubungkan berbagai benda: untuk apa tiket itu, mengapa Anda menyimpan label tersebut, atau apa yang terbantu oleh daftar tulisan tangan itu.
Simpan scrapbook di tempat yang aman agar tetap awet
Simpan buku yang sudah selesai di tempat kering, jauh dari sinar matahari yang terik, panas, dan lembap. U.S. National Archives menyarankan untuk menyimpan scrapbook secara mendatar dan menghindari loteng yang panas serta ruang bawah tanah atau garasi yang lembap karena kondisi tersebut dapat membuat kertas dan perekat menjadi rapuh atau memicu tumbuhnya jamur. National Archives, “Preserving Scrapbooks” Untuk buku catatan baru yang tipis, kuncinya adalah menghindari tempat dengan suhu atau kelembapan ekstrem dan tidak menumpuk benda berat di atasnya.
Lakukan pemeriksaan singkat setelah setiap sesi: halaman harus bisa dibalik tanpa tersangkut, barang-barang lepas harus berada di kantong berlabelnya, dan buku harus bisa ditutup tanpa dipaksa. Jika suatu halaman menjadi terlalu padat, pindahkan barang-barang ekstra ke amplop berlabel alih-alih memaksanya masuk. Rutinitas kecil tersebut memudahkan Anda untuk terus menambahkan halaman tanpa perlu pasokan foto cetak baru.
