Blog Metlivi

Cara orang tua mengajarkan anak berterima kasih atas hadiah dengan cara mereka sendiri

Mengajari anak berterima kasih atas sebuah hadiah akan lebih bermanfaat jika diperlakukan sebagai urutan langkah yang dapat dipelajari, bukan ujian yang ditampilkan di hadapan si pemberi. Orang tua dapat mencontohkan ucapan terima kasih pertama, membantu anak menyadari apa yang terjadi, dan menawarkan beberapa pilihan cara merespons: kata-kata lisan, gambar, kartu, pesan suara, atau membantu memperlihatkan barang tersebut. Anak tidak perlu berpura-pura merasa senang jika memang tidak merasakannya. Mereka dapat berterima kasih kepada orang tersebut karena telah memilih, membuat, membawakan, atau mengingat mereka, lalu mendeskripsikan satu detail yang sesungguhnya. Sesuaikan tugas ini dengan usia dan gaya komunikasi anak, berlatihlah sebelum acara-acara yang sibuk, dan biarkan ungkapan akhirnya memuat pengamatan anak itu sendiri.

30 Agustus 2026Waktu baca 8 menitHubungan dan tahap kehidupanOleh Metlivi Editorial Team
Bagian 1

Contohkan perilakunya sebelum memintanya

Anak-anak belajar dari interaksi biasa yang berulang. Biarkan mereka mendengar Anda menyebutkan apa yang dilakukan orang lain dan menambahkan detail konkret: “Terima kasih sudah membawakan roti; roti hangat ini pas untuk makan malam.” Saat anak Anda menerima sesuatu, hindari langsung melontarkan “Bilang apa?” seperti kuis mendadak di depan umum. Jika mereka butuh bantuan, mulailah ucapan terima kasih tersebut sendiri: “Kita menerima puzzle ini dari Bibi Mei. Terima kasih sudah membawanya.” Lalu beri jeda dan ajak anak menambahkan apa yang mereka perhatikan. Orang tua dapat menjaga momen sosial tersebut tanpa menggantikan suara sang anak.

Bagian 2

Latih urutan langkahnya sebelum acara pemberian hadiah

Gunakan benda-benda yang sudah akrab dan bertukarlah peran di rumah. Satu orang memberikan buku atau mainan yang sudah dimiliki; si penerima berhenti, memandang si pemberi dengan cara yang nyaman secara budaya, menyebutkan nama barangnya, dan mengatakan satu hal yang jujur. Tujuan latihan ini bukanlah kata-kata yang sama persis, melainkan mengingat empat langkah: menerima dengan baik, menyapa orangnya, memperhatikan hadiah atau tindakannya, dan memilih penutup. Berlatihlah membuka beberapa hadiah secara perlahan daripada terburu-buru membuka bungkusan berikutnya. Sebelum pesta, beri tahu anak apa yang akan terjadi dan di mana mereka bisa beristirahat sejenak dengan tenang, tanpa mengancam akan mempermalukan atau menahan perayaan.

Bagian 3

Sesuaikan tugas dengan usia dan kemampuan

Seorang balita mungkin bisa melambaikan tangan, menggunakan bahasa isyarat, menyerahkan gambar, atau ikut mengucapkan terima kasih singkat bersama orang tua. Anak usia prasekolah dapat menyebutkan nama barangnya atau memilih di antara dua pengamatan. Anak usia sekolah dapat menambahkan alasan mengapa suatu fitur menarik perhatian mereka dan membantu membuat pesan sesudahnya. Anak yang lebih besar dapat memilih jalurnya dan menyusun pesan secara mandiri, dengan orang tua memeriksa rincian privasi dan pengirimannya. Ini adalah titik awal yang fleksibel, bukan pencapaian yang harus dipenuhi setiap anak sesuai jadwal. Kurangi tuntutan yang bersamaan: memegang barang, menghadap kamera, berbicara sempurna, dan memeluk mungkin menjadi terlalu banyak tugas sekaligus.

Bagian 4

Pisahkan rasa terima kasih dari menyukai barangnya

Jangan menuntut kata “Aku suka sekali” jika anak tidak merasakannya. Bantu mereka menemukan sasaran terima kasih yang sebenarnya: orang tersebut mengingat acaranya, membuat sesuatu, menempuh perjalanan membawa bingkisan, atau memilihkan warnanya. Anak dapat berkata, “Terima kasih telah memilihkan ini untukku; sampul hijaunya cerah sekali.” Pertanyaan tentang ukuran, barang yang sama, bahan makanan, atau penukaran barang dapat dibicarakan secara pribadi antar-orang dewasa setelah ucapan terima kasih selesai. Pendekatan ini mengajarkan kejujuran sekaligus kesopanan. Hal ini juga menghindarkan si pemberi dari keharusan menilai apakah wajah si anak menunjukkan antusiasme yang cukup.

Bagian 5

Tawarkan beberapa cara merespons yang sesuai dengan anak

Bicara adalah salah satu pilihan, bukan satu-satunya bukti apresiasi. Anak mungkin bisa menggambar hadiahnya, mendiktekan satu kalimat, menyampaikan terima kasih dengan bahasa isyarat, memilih foto, merekam pesan suara singkat, atau membantu memasukkan kartu ke dalam amplop. Tawarkan dua atau tiga pilihan yang realistis daripada tuntutan terbuka untuk membuat sesuatu yang rumit. Jangan mengunggah rekaman anak ke publik atau mengirimkannya ke grup tanpa memeriksa apa yang terlihat dan siapa yang akan menerimanya. Tanggapan tersebut adalah milik anak dan si pemberi; tidak perlu menjadi konsumsi khalayak luas.

Bagian 6

Bimbing secara pribadi dan berikan tindak lanjut yang spesifik

Jika anak tidak mengatakan apa-apa, langsung mengambil bungkusan berikutnya, atau berkomentar terlalu ceplas-ceplos, tenangkan situasi dengan penerimaan yang tenang dan ajak bicara nanti. Jelaskan langkah yang terlewat tanpa melabeli anak: “Tadi kita membuka kotaknya dan langsung lanjut sebelum berterima kasih kepada Paman Ravi.” Tanyakan apa yang benar-benar mereka perhatikan, lalu bantu selesaikan tindak lanjutnya. Pujilah usaha yang spesifik—mengingat nama si pemberi, menggambar roda biru, berbicara dengan jelas—daripada sekadar menyebut anak “pintar” hanya saat orang dewasa merasa puas. Setelah mengirimkannya, kembalilah ke rutinitas biasa; rasa terima kasih tidak memerlukan sandiwara berulang-ulang atau hadiah balasan yang setara.

Pertanyaan terkait

Pertanyaan umum

Haruskah saya memaksa anak saya untuk langsung mengucapkan terima kasih?

Anda dapat mewajibkan sikap yang sopan sambil tetap membantu perkataannya. Contohkan ucapan terima kasihnya, beri jeda, dan tawarkan pilihan yang mudah dilakukan; selesaikan tindak lanjutnya nanti jika situasinya terlalu ramai.

Apa yang bisa dikatakan anak jika mereka tidak menyukai hadiahnya?

Mereka dapat berterima kasih kepada orang tersebut karena telah memilih, membuat, atau membawakannya, serta menyebutkan satu detail netral yang sesungguhnya. Hal-hal praktis mengenai penukaran atau kecocokan ukuran dapat dibicarakan secara pribadi sesudahnya.

Apakah ucapan terima kasih harus selalu diucapkan secara lisan?

Tidak. Bergantung pada usia dan gaya komunikasi, sebuah gambar, bahasa isyarat, kalimat yang didiktekan, kartu, atau pesan suara pribadi sudah dapat menyampaikan pengakuan tulus dari sang anak.

Bacaan terkait

Lanjutkan topik ini