Apakah Memeriksa Ponsel Tepat Setelah Bangun Tidur Membuat Anda Melupakan Mimpi?
Jika Anda ingin mengingat mimpi, langsung memeriksa ponsel terlebih dahulu dapat menghilangkan beberapa detail jika hal tersebut mengalihkan perhatian Anda ke pesan, scrolling, atau tugas harian. Penelitian mendukung gagasan umum bahwa distraksi saat bangun tidur dapat mengganggu ingatan tentang mimpi, tetapi belum membuktikan bahwa penggunaan ponsel itu sendiri secara pasti menghapus ingatan mimpi. Pertanyaan praktisnya adalah apakah ponsel menginterupsi upaya Anda untuk mengingat kembali dan mencatat apa yang Anda ingat.
Apa kata penelitian tentang distraksi dan ingatan mimpi
Mengingat mimpi sebagian bergantung pada upaya memunculkan kembali pengalaman baru ke dalam pikiran dan menuangkannya ke dalam kata-kata. Sebuah studi eksperimental terhadap 42 partisipan membandingkan laporan mimpi setelah rutinitas bangun tidur yang berbeda. Partisipan yang menyelesaikan tugas yang tidak terkait dan menyita perhatian sebelum melaporkan mimpi mereka mengingat lebih sedikit detail dibandingkan partisipan yang melapor tanpa tugas tersebut. Temuan ini mendukung interferensi sebagai salah satu kemungkinan penyebab detail mimpi menjadi lebih sulit dipanggil kembali; studi ini tidak menunjukkan bahwa setiap aktivitas baru memiliki efek yang sama, atau bahwa ponsel cerdas diuji secara spesifik. Parke dan Horton, “A Re-Examination of the Interference Hypothesis on Dream Recall and Dream Salience”
Sebuah studi laboratorium yang jauh lebih lama juga menemukan bahwa kebaruan mimpi, intensitas dan jumlah materi mimpi, serta interferensi antar-laporan mimpi berkaitan dengan ingatan di pagi hari. Sampelnya hanya satu pria dewasa yang dipantau selama 45 malam, sehingga studi ini menawarkan observasi yang terbatas alih-alih estimasi umum tentang seberapa besar pengaruh kebiasaan pagi tertentu. Meier et al., “Forgetting of Dreams in the Laboratory”
Pernahkah ada penelitian yang menguji kebiasaan memeriksa ponsel langsung setelah bangun tidur?
Perbedaan utamanya terletak pada bukti mengenai distraksi secara umum dan bukti langsung tentang kebiasaan memeriksa ponsel. Dalam sebuah studi tahun 2025, 204 orang dewasa mengumpulkan hampir 2.900 laporan pagi setelah mencatat pengalaman yang diingat saat bangun tidur di rumah selama 15 hari. Para peneliti memeriksa faktor-faktor yang terkait dengan apakah orang melaporkan isi mimpi dan seberapa banyak isi yang mereka ingat. Mereka tidak membandingkan orang yang langsung memeriksa ponsel dengan orang yang menundanya. Oleh karena itu, studi ini memberikan gambaran tentang betapa bervariasinya ingatan mimpi, tetapi tidak dapat menjawab apakah membuka ponsel menyebabkan detail mimpi menghilang. Elce et al., “The individual determinants of morning dream recall”
Sebuah studi terpisah pada tahun 2021 secara khusus meneliti penggunaan ponsel cerdas dan mimpi pada mahasiswa. Survei tersebut tidak menemukan efek mengganggu yang terkonfirmasi dari penggunaan ponsel cerdas sebelum tidur terhadap frekuensi mengingat mimpi. Itu adalah konteks yang berguna, tetapi penggunaan sebelum tidur dan laporan penggunaan secara umum berbeda dengan langsung mengambil ponsel setelah bangun tidur; studi ini juga tidak menjawab pertanyaan tentang efek langsung memeriksa ponsel saat bangun. Okada dan Matsuda, “Does the use of smartphones affect dreams?”
Mengapa penggunaan ponsel mungkin berpengaruh pada satu orang tetapi tidak pada orang lain
Ponsel dapat menghadirkan informasi baru dan tugas yang saling bersaing pada saat Anda mencoba mempertahankan ingatan mimpi di pikiran. Itu adalah penerapan yang masuk akal dari temuan interferensi: jika membaca pesan atau memulai suatu tugas menyita perhatian Anda, hal itu dapat mempersulit Anda untuk memanggil kembali atau mendeskripsikan detail yang rapuh. Ini merupakan kesimpulan dari penelitian tentang distraksi dan pelaporan mimpi, bukan efek yang terbukti dari notifikasi, kecerahan layar, atau aplikasi tertentu terhadap memori mimpi.
Perangkat yang sama juga dapat digunakan untuk merekam mimpi. Jika membuka aplikasi catatan atau perekam suara memungkinkan Anda mencatat beberapa detail dengan segera, hal ini dapat membantu Anda mengabadikan laporan tersebut tanpa menundanya. Bukti yang dikutip di sini tidak menetapkan bahwa mencatat di ponsel meningkatkan daya ingat dibandingkan dengan kertas, atau bahwa setiap orang akan mengingat lebih banyak dengan mengubah rutinitas mereka.
Kemampuan mengingat juga bervariasi dari malam ke malam dan antar-individu. Dalam studi tahun 2025, kemungkinan melaporkan isi mimpi dikaitkan dengan faktor-faktor termasuk sikap terhadap mimpi, kecenderungan melamun (mind-wandering), dan pola tidur; kemampuan mengingat isi mimpi dikaitkan dengan usia dan kerentanan terhadap interferensi. Hal-hal tersebut merupakan korelasi, bukan jaminan bahwa satu faktor saja akan menentukan apa yang Anda ingat pada pagi hari tertentu.
Cara sederhana untuk mengetahui apa yang cocok untuk Anda
Jika mengingat mimpi adalah tujuan Anda, cobalah perbandingan pribadi skala kecil daripada menganggap ponsel memiliki efek universal. Selama beberapa pagi, berhentilah sejenak sebelum membuka pesan atau linimasa. Pertama, catat apa pun yang terlintas dalam pikiran: sebuah adegan, seseorang, suatu tempat, perasaan, atau bahkan fakta bahwa Anda hanya mengingat sepenggal fragmen. Kemudian catat dalam format yang paling mudah Anda gunakan. Pada pagi lainnya, ikuti rutinitas biasa Anda dan perhatikan apakah Anda mengingat lebih sedikit detail. Lakukan perbandingan ini secara informal; beberapa pagi saja tidak dapat memisahkan efek memeriksa ponsel dari perbedaan mimpi itu sendiri atau cara Anda terbangun.
Jika Anda lebih suka menggunakan ponsel sebagai alat pencatat, jadikan tindakan pertama singkat dan terfokus: rekam beberapa kata kunci atau catatan suara pendek, lalu kembalilah ke rutinitas pagi Anda yang biasa. Jika ponsel cenderung menarik perhatian Anda ke konten yang tidak terkait, mencatat di atas kertas atau menunda membuka kuncinya sampai Anda selesai meninjau ingatan secara singkat mungkin lebih cocok untuk Anda. Ini adalah pilihan praktis berdasarkan bukti umum mengenai interferensi, bukan aturan teruji yang menjamin ingatan yang lebih baik.
Kesimpulan
Memeriksa ponsel langsung setelah bangun tidur mungkin membuat detail mimpi lebih sulit diingat kembali ketika hal itu mengalihkan perhatian Anda, tetapi bukti saat ini tidak menunjukkan hilangnya memori mimpi yang konsisten dan universal akibat ponsel. Penelitian mendukung poin yang lebih spesifik bahwa distraksi sebelum melapor dapat berpengaruh, sementara studi tentang penggunaan ponsel cerdas belum menguji momen tepat yang dimaksud dalam pertanyaan ini. Jika Anda ingin mengingat lebih banyak detail, ingat atau catatlah secara singkat sebelum asyik dengan ponsel, dan lihat apakah langkah tersebut memberikan perbedaan nyata dalam rutinitas Anda sendiri.
