Cara Menilai dan Menyimpan Foto dengan Sisa Selotip Lama
Jika sebuah cetakan foto memiliki selotip, residu perekat, atau serpihan kertas yang tersisa dari pemasangan lama, jangan coba mengelupas atau membersihkannya sebelum disimpan. Pertama, periksa apakah ada bagian yang longgar, lengket, atau menempel pada foto lain; kemudian pilih wadah pelindung yang bersih dan aman untuk foto (*photo-safe*) agar sisa perekat tersebut tidak tersangkut atau berpindah ke benda di sekitarnya. Cetakan dengan bagian yang terangkat, mengelupas, atau perekat yang masih lengket memerlukan pemisahan ekstra dan penanganan yang hati-hati. Panduan ini ditujukan bagi pembaca umum yang ingin menentukan cara menyimpan cetakan foto yang sudah terlanjur terdampak, bukan cara memperbaikinya.
Apa saja yang tergolong sebagai sisa selotip, dan mengapa perbedaannya penting?
Sisa selotip dapat berupa potongan selotip yang masih menempel, bercak lem tanpa lapisan pita perekat, atau serat kertas yang tertinggal di area bekas penempelan selotip atau dudukan foto. Kondisi-kondisi ini memerlukan pilihan penyimpanan yang berbeda. Sisa perekat yang kering, rata, dan hanya berada di bagian belakang atau tepi mungkin cukup diisolasi dari foto lainnya. Potongan yang longgar bisa tersangkut. Lem yang lengket bisa berpindah ke kantong pelindung (*sleeve*), foto lain, atau halaman di hadapannya. Jika selotip menutupi gambar, cetakan terangkat, atau permukaannya retak maupun mengelupas, risikonya jauh lebih tinggi.
Library of Congress mencatat bahwa selotip peka tekanan (*pressure-sensitive tape*) bisa sulit dihilangkan dan dapat menimbulkan masalah kondisi fisik seiring berjalannya waktu. National Archives juga mengidentifikasi selotip yang mengalami degradasi sebagai salah satu bahan yang dapat mengubah warna atau merusak foto. Sumber-sumber tersebut menegaskan pentingnya memperlakukan sisa perekat sebagai kondisi yang harus dikelola, alih-alih menganggap bercak kecil atau tampak tua itu tidak berbahaya. Sumber tersebut tidak menyediakan panduan perbaikan mandiri di rumah untuk cetakan foto tertentu, dan tampilan visual saja tidak dapat memastikan proses fotografi maupun jenis perekat yang digunakan. (Library of Congress, “Photographs - FAQ”; National Archives, “How to Preserve Family Archives (papers and photographs)”)
Bagaimana cara menilai kondisi cetakan tanpa merusaknya?
Siapkan permukaan kerja yang bersih dan kering, jauh dari makanan dan minuman. Pegang cetakan pada bagian tepinya dengan tangan yang bersih dan kering; Library of Congress menyarankan penggunaan tangan yang bersih atau sarung tangan nitril bersih serta menganjurkan untuk menghindari area gambar. Sarung tangan dapat mengurangi ketangkasan jemari dan mudah kotor, sehingga tangan yang bersih dan penanganan tepi yang hati-hati adalah pilihan yang tepat untuk cetakan kertas biasa. Topang cetakan yang berukuran besar atau melengkung dari bagian bawah daripada membiarkannya menekuk. Jangan menekan sisa selotip untuk mengujinya.
Di bawah pencahayaan yang baik, periksa kedua sisi tanpa menggosok atau melenturkan area tersebut. Perhatikan apakah lapisan belakang selotip masih menempel, apakah perekat tampak mengkilap atau berpotensi tersangkut, apakah cetakan tertekuk atau sobek di sekitarnya, serta apakah lapisan gambar tampak retak atau lepas. Jangan menyentuh perekat untuk menguji kelengketannya. Jika cetakan menempel pada halaman album, foto lain, atau sampul, berhentilah sebelum memisahkannya: foto yang menempel dapat rusak parah saat dilepaskan, dan Library of Congress menyarankan untuk berkonsultasi dengan konservator foto jika foto saling menempel atau menempel pada kaca. (Library of Congress, “Photographs - FAQ”)
Tuliskan catatan kondisi singkat pada wadah penyimpanan, bukan pada fotonya: misalnya, “Sisa selotip di bagian belakang, tepi atas; tidak terlihat ada bagian yang longgar.” Ini menjadi pengingat praktis bagi orang berikutnya yang memegang cetakan tanpa meninggalkan bekas pada permukaannya. Jika Anda tidak yakin apakah suatu tanda merupakan perekat, noda, atau bagian dari gambar, catat apa yang dapat Anda lihat alih-alih mencoba mengidentifikasi atau mengujinya.
Kapan Anda harus berhenti dan meminta saran konservasi?
Hentikan penanganan mandiri di rumah jika selotip atau perekat menyentuh gambar, cetakan masih menempel pada objek lain, cetakan menekuk atau sobek saat dipindahkan, atau permukaan gambar terangkat, mengelupas, maupun retak di dekat sisa selotip. Hal yang sama berlaku jika bahan yang lengket tampak menyebar atau menempel pada benda di sebelahnya. Ini adalah tanda-tanda bahwa sekadar mengganti wadah penyimpanan tidak cukup untuk membuat penanganan tetap aman. Library of Congress menyatakan bahwa masalah kondisi yang tidak terselesaikan dengan perbaikan wadah penyimpanan mungkin memerlukan penanganan oleh konservator foto. Northeast Document Conservation Center mencantumkan pelepasan selotip berperekat sebagai salah satu tindakan konservasi foto, yang menjelaskan mengapa pelepasan selotip merupakan tugas ahli, bukan langkah penyimpanan rutin. (Library of Congress, “Care, Handling, and Storage of Photographs”; NEDCC, “About Photograph Conservation at NEDCC”)
Sampai Anda mendapatkan bantuan ahli, jaga agar cetakan tetap tertopang dan terpisah dari foto-foto lainnya. Jika menempel di dalam album, jangan menariknya paksa hanya demi memasukkannya ke dalam *sleeve*. Saat mencari bantuan, jelaskan letak sisa selotip, apakah cetakan menempel pada permukaan lain, dan kerusakan kasat mata apa yang Anda temukan. Seorang konservator dapat menilai bahan dan kondisi sebenarnya; artikel ini tidak dapat menentukan apakah perekat atau proses fotografi tertentu aman untuk ditangani sendiri.
Wadah pelindung mana yang sebaiknya Anda pilih?
Untuk cetakan yang stabil dengan sisa selotip yang tidak menonjol atau tidak mudah tersangkut, gunakan amplop atau map kertas khusus foto yang lolos Uji Aktivitas Fotografi (Photographic Activity Test/PAT), atau kantong pelindung (*sleeve*) lembam yang terbuat dari poliester, polipropilena, atau polietilena. National Archives menyarankan untuk tidak menggunakan kertas kantor, kertas kraft, plastik PVC, dan *glassine* sebagai wadah pelindung foto. Library of Congress juga menyatakan bahwa bahan penyimpanan foto harus memenuhi spesifikasi ISO dan lolos PAT. Label “Archival” pada suatu produk saja belum cukup untuk memastikan kelayakannya; carilah informasi eksplisit mengenai *photo-safe* atau kelulusan PAT. (National Archives, “Photographs”; Library of Congress, “Care, Handling, and Storage of Photographs”)
Pilihlah wadah pelindung berdasarkan kondisi sisa selotip dan seberapa sering Anda memegang cetakan tersebut. Amplop kertas melindungi gambar dari paparan cahaya dan dapat ditulisi label, tetapi Anda harus mengeluarkan cetakan untuk melihatnya. *Sleeve* plastik bening yang lembam memungkinkan Anda melihat cetakan tanpa mengeluarkannya, tetapi hanya gunakan plastik di lingkungan yang stabil dan bersuhu sedang: Library of Congress memperingatkan bahwa emulsi foto dapat menempel pada plastik pada tingkat kelembapan relatif yang tinggi. Untuk sisa selotip yang menonjol, berisiko tersangkut, atau dapat menyentuh foto lain, wadah atau map kertas yang longgar dapat memberikan pemisahan tanpa menekan area yang bermasalah ke benda di sebelahnya. Pilihan terakhir tersebut merupakan penerapan praktis dari panduan rujukan mengenai wadah pelindung dan pencegahan kontak fisik; ini bukan metode perbaikan yang teruji.
Jika menggunakan wadah kertas, posisikan cetakan sedemikian rupa sehingga permukaan gambarnya membelakangi sambungan lem amplop. National Archives memberikan arahan ini guna membatasi potensi paparan gambar terhadap lem sambungan wadah. Hindari memasukkan dua cetakan ke dalam satu kantong pelindung; NARA merekomendasikan satu cetakan per wadah jika memungkinkan, dan jika terpaksa berbagi wadah, simpan dengan posisi saling membelakangi (*back-to-back*). Untuk cetakan yang terkena selotip, penyimpanan individual adalah cara yang lebih sederhana agar sisa selotip tidak bersentuhan dengan gambar lain. (National Archives, “Photographs”)
Bagaimana cara memasukkannya ke dalam wadah pelindung?
Jangan menggeser cetakan melewati tepi wadah jika sisa selotip berisiko tersangkut. Pegang cetakan pada bagian tepinya dan topang bagian bawahnya saat Anda memasukkannya ke dalam amplop atau map. Jika gerakan tersebut akan menyeret selotip pada wadah, berhentilah dan pilih bukaan yang lebih besar atau wadah yang memungkinkan penempatan tanpa gesekan. Cetakan dengan sobekan atau kerusakan parah mungkin memerlukan penopang saat dipindahkan; NARA mencatat bahwa kertas *bond* arsip di bawah foto yang rusak dapat menjadi penopang selama penanganan. Jangan menyelipkan kertas tambahan pada perekat yang lengket atau menggunakan sisipan darurat yang dapat menempel pada sisa lem tersebut.
Setelah dimasukkan, pastikan tidak ada bagian cetakan yang menonjol keluar dari wadah, sisa selotip tidak tertekan akibat ruang yang terlalu sempit, dan wadah dapat ditutup tanpa menekuk foto. Simpan informasi album asli yang membantu mengidentifikasi foto, tetapi catatlah pada wadah pelindung atau pada catatan terpisah. Hindari menempelkan selotip, catatan tempel (*sticky notes*), lem, klip kertas, karet gelang, atau sudut foto berperekat pada cetakan. Baik Library of Congress maupun National Archives memperingatkan agar tidak membubuhkan bahan perekat pada foto. (Library of Congress, “Care, Handling, and Storage of Photographs”; National Archives, “How to Preserve Family Archives (papers and photographs)”)
Di mana sebaiknya Anda menyimpan cetakan yang telah terlindungi?
Masukkan foto yang sudah diwadahi ke dalam kotak bersih yang aman untuk foto (*photo-safe*) dengan ukuran yang pas agar cetakan tidak tertekuk, tidak bergeser secara berlebihan, atau tertindih barang lain. Hindari mengisi kotak terlalu penuh. Cetakan kecil dapat disimpan secara vertikal jika kotak mampu menopangnya tanpa membuatnya melengkung; penyimpanan mendatar (*flat*) adalah pilihan yang tepat untuk cetakan berukuran besar, rapuh, atau yang ditempel pada karton tebal. Simpan di tempat yang sejuk, relatif kering, dan stabil, jauh dari ruang bawah tanah yang lembap, loteng yang panas, kebocoran air, radiator, dan cahaya langsung. Library of Congress memberikan target umum kelembapan relatif 30–50% dan suhu 70°F (sekitar 21°C) atau lebih rendah untuk penyimpanan foto, sementara panduan keluarga dari National Archives menyarankan suhu di bawah 75°F (sekitar 24°C) dan kelembapan relatif di bawah 65%. Ini adalah rekomendasi umum, bukan alasan untuk melakukan perubahan lingkungan secara drastis di rumah. (Library of Congress, “Care, Handling, and Storage of Photographs”; National Archives, “How to Preserve Family Archives (papers and photographs)”)
Periksa kotak setelah meletakkannya di rak: pastikan kotak tidak tertindih, tidak lembap, atau terpapar perubahan suhu yang drastis. Hindari menyimpannya di samping klise/negatif foto atau bahan lain yang mungkin memerlukan kondisi penyimpanan berbeda. Untuk sebagian besar koleksi pribadi di rumah, ruangan yang stabil dan kering serta jauh dari kebocoran dan panas jauh lebih praktis daripada sistem penyimpanan dingin khusus, yang membutuhkan pengemasan khusus dan prosedur penanganan yang rumit.
Panduan ringkas pengambilan keputusan
Tujuannya sangat jelas: jaga agar cetakan tetap tertopang, cegah sisa selotip bersentuhan dengan benda lain, dan hindari mengubah keputusan penyimpanan menjadi upaya perbaikan mandiri. Jika bahannya tidak stabil atau foto menempel kuat, serahkan penanganannya kepada konservator yang dapat memeriksanya secara langsung.
